Association of Economic Education Students (Assets) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung sukses menyelenggarakan kegiatan Puncak Desa Binaan 2026 yang berlangsung di Halaman Masjid Nurul Amal, Desa Karang Indah, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, pada 11 Juli 2026. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Berbasis Potensi Lokal untuk Desa Berkelanjutan,” program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi desa.
Rangkaian kegiatan Desa Binaan dilaksanakan selama hampir dua bulan, mulai 23 Mei hingga 11 Juli 2026, dengan melibatkan lebih dari 300 peserta, yang terdiri atas sekitar 200 warga Desa Karang Anyar serta berbagai unsur penting, di antaranya Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi, Dr. Suroto, S.Pd., M.Pd., Kepala Desa Karang Anyar, Sumanto, perangkat desa, dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi, Ketua Umum Assets FKIP Universitas Lampung, M. Syafiq Al Ghifary, serta mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2023, 2024, dan 2025.
Dalam sambutannya, Cornelius I Made Risky D.A. selaku Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya pemerintah desa, para dosen, masyarakat Desa Karang Anyar, serta seluruh panitia yang telah bekerja sama dan berkontribusi sehingga rangkaian kegiatan Desa Binaan Pendidikan Ekonomi 2026 dapat terlaksana dengan baik selama dua bulan terakhir.
Sementara itu, Dr. Suroto, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Ekonomi, turut memberikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan. Beliau menegaskan bahwa Desa Binaan merupakan salah satu program kerja unggulan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi (Assets) yang berada di bawah naungan Program Studi Pendidikan Ekonomi dan senantiasa mendapat dukungan penuh dari para dosen. Beliau juga menyampaikan harapan agar program ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.
Selama pelaksanaannya, Desa Binaan menghadirkan beragam kegiatan edukatif, sosial, dan produktif, seperti senam bersama, kerja bakti lingkungan, pembinaan seni tari, latihan drama bagi anak-anak, hingga seminar pada puncak acara yang mengangkat tema “Meningkatkan Literasi Perpajakan Masyarakat Desa dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan dan Kemandirian Ekonomi Lokal.” Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Bengkulu dan Lampung, yaitu Wasi Seto Wasisto dan Ashadi Mulyadi, yang memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi perpajakan dalam mendukung pembangunan desa.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan dalam program ini adalah pengembangan Jamur Janggel, sebuah produk olahan berbahan dasar limbah bonggol jagung. Inovasi tersebut lahir dari hasil survei awal yang dilakukan mahasiswa, yang menemukan bahwa limbah bonggol jagung di Desa Karang Anyar belum dimanfaatkan secara optimal meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar.
Salah satu panitia, Hany Nabila Sari, menjelaskan bahwa melalui program Desa Binaan, limbah bonggol jagung berhasil diolah menjadi produk Jamur Janggel yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi bagi masyarakat. Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa sekaligus mengurangi limbah pertanian.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat, panitia juga mengadakan pembagian doorprize yang disambut dengan antusias oleh warga. Momen tersebut menjadi penutup yang penuh kehangatan dan mencerminkan eratnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mewujudkan program pemberdayaan yang bermanfaat.
Kegiatan Puncak Desa Binaan 2026 ditutup dengan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan haru. Besar harapan agar program ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sebagai wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Karang Anyar dan sekitarnya.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Puncak Desa Binaan Assets 2026:





0 Komentar